Rabu, 15 Mei 2013

PUM II

CONTOH STUDI KASUS PRIBADI :

            Ada beberapa teori mengenai emosi, salah satunya adalah teori dari James-Lange Theory yang menyatakan bahwa Jika ada situasi yang membangkitkan perasaan diikuti perubahan dalam fungsi fisiologis manusia terjadi interpretasi emosi. 

            Dalam studi kasus saya ini saya akan menceritakan salah satu pengalaman saya tentang emosi. Emosi yang akan saya ceritakan ini tentang kehilangan kunci kereta, disini kehilangan yang saya maksud kehilangan sementara karena saya terlalu sembarangan meletakkan sesuatu. Kasus ini dimulai saat saya baru pulang dari indomaret. Pada saat itu terakhir saya meletakkan kunci kereta saya di meja makan. Namun beberapa saat ayah saya menanyakan pada saya mana kunci kereta karena ayah saya mau keluar, namun kunci kereta tersebut tidak ada di situ. Emosi yang saya alami pada saat itu adalah panik. Perubahan fisiologis yang jelas saya rasakan pada saat itu adalah perubahan pada detak jantung, pernapasan dan saya menjadi keringat dingin. Saya terus mencari dimana saya meletakkan kunci kereta tersebut berada, sampai akhirnya saya memeriksa hingga kelantai ternyata kunci tersebut terjatuh dilantai. Seketika saya merasa sangat lega ternyata saya tidak benar-benar kehilangan kunci kereta itu. Perubahan fisiologis juga saya rasakan. Detakan jantung terasa semakin melambat, pola pernapasan yang berangsung-angsur stabil.

                        Maka dari itu saya menggunakan James-Lange Theory pada contoh kasus saya karena melibatkan proses berpikir dan persepsi setelah mengalami perubahan fisiologi, bahwa jantung berdebar disertai nafas cepat bisa dikatakan kita sedang marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar