Kamis, 10 April 2014

Proses belajar mengajar orang dewasa



Tahap proses belajar
            Melalui proses belajar, seorang pelajar atau peserta didik yang tadinya tidak tahu suatu hal menjadi tahu. Proses belajar ini merupakan salah satu masalah yang kompleks. Proses belajar terjadi dalam diri seseorang yang sedang melakukan kegiatan beajar tanpa dapat terlihat secara lahiriah (terjadi dalam pikiran orang). Oleh karena itu, proses belajar tersebut disebut proses intern. Sedangkan yang tampak dari luar adalah proses ekstern yang merupakan pencerminan terjadinya proses intern dalam diri peserta didik. Proses ekstern ini merupakan indicator yang menunjukkan apakah dalam diri seseorag sudah terjadi proses belajar atau tidak.  Dan karena itu tugas seorang pendidik adalah mengarahkan proses ekstern itu agar dapat mempengaruhi proses intern.
            Proses belajar yang terjadi dalam diri seseorang melalui enam tahap :
(1)  Motivasi
(2)  Perhatian pada pelajaran
(3)  Menerima dan mengingat
(4)  Reproduksi
(5)  Generalisasi
(6)  Melaksanakan tugas belajar dan umpan balik
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
            Ada beberapa yang mempengarhi orang dewasa ketika dia berada dalam situasi belajar. Faktor-faktor tersebut mencakup internal dan eksternal. Factor internal adalah factor yang berasal dari diri peserta didik,  faktor internal dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor fisik dan nonfisik. Faktor internal fisik mencakup cici-ciri pribadi seperti umur, pendengaran dan penglihatan.  Faktor internal nonfisik mencakup tingkat aspirasi, bakat dan lain-lain.  Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik atau lingkungan.  Ada juga faktor yang mempengaruhi proses belajar orang dewasa  yang belum dibahas, yaitu cici-ciri orang dewasa, suasana belajar yang kondusif, sikap dan kegiatan dalam memperlancar proses belajar tersebut.
Cirri-ciri belajar orang dewasa
            Cara belajar orang dewasa berbeda dengan belajar anak-anak. Oleh karena itu, proses pembelajarannya harus memerhatikan ciri-ciri belajar orang dewasa berikut (Soedomo, 1989):
-        Memungkinkan timbulnya pertukaran pendapat, tuntutan, dan nilai-nilai
-        Memungkinkan terjadinya komunikasi timbale balik
-        Suasana belajar yang dharapkan adalah suasana yang menyenangkan dan menantang
-        Mengutamakan peran peserta didik
-        Orang dewasa akan belajar jika pendapatnya dihormati
-        Belajar orang dewasa bersifat unik
-        Perlu adanya sifat saling percaya antara pendidik dan peserta didik
-        Umumnya orang dewasa memiliki pendapat yang berbeda
-        Memiliki kecerdasan yang beragam
-        Kemungkinan terjadinya berbagai cara belajar
-        Belajar ingin mengetahui kelebihan dan kekurangannya
-        Orientasi belajar berpusat pada kehidupan nyata
-        Motivasi berasal dari diri sendiri
Suasana belajar yang kondusif
      Orang dewasa yang sedang belajar memerlukan suasana belajar yang kondusif agar proses belajarnya dapat berjalan dengan lancar. Berikut suasana belajar yang dianjurkan oleh lunandi (1982) :
1.     Kumpulan manusia aktif
2.     Suasana saling menghormati
3.     Suasana saling menghargai
4.     Suasana saling percaya
5.     Suasana penemuan diri
6.     Suasana tidak mengancam
7.     Suasana keterbukaan
8.     Suasana mengakui kekhasan pribadi,
9.     Suasana memperbolehkan perbedaan,
1.  Suasana mengakui hak untuk berbuat salah
1.  Suasana membolehkan keragu-raguan.
Fungsi Pendidik
      Dilihat berdasarkan fungsinya tersebut, pendidik orang dewasa mempunyai berbagai sebutan, antara lain tutor, fasilitator, pelancar belajar. Lebih lanjut, sumber belajar mempunyai dua fungsi, yaitu :
Sebagai pemimpin kegiatan belajar dan melakukan penjelasan tujuan belajar sesuai dengan kebutuhan belajar. Jika disimpulkan maka fungsi pendidik antara lain : penyebar pengetahuan, pelatih keterampilan, dan lain-lain.

Rabu, 09 April 2014

Prinsip Pendidikan Orang Dewasa



Prinsip  orang  dewasa  adalah  hal penting yang perlu  diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan dewasa. Prinsip yang akan dipelajari terdiri atas hokum belajar, penetapan tujuan, pemilihan materi pelajaran, pengembangan sikap, idealism, minat, dan pengajaran pengetahuan.
Hukum belajar berisi ketentuan-ketentuan tentang cara orang belajar dan kondisi yang dapat meningkatkan hasil belajar. Hokum belajar terdiri dari 8 unsur pokok :
-        Keinginan belajar
-        Pengertian terhadap tugas
-        Hukum latihan
-        Hukum akibat
-        Hukum asosiasi
-        Minat, dan intensitas
-        Ketetapan hati
-        Pengetahuan akan keberhasilan dan kegagalan
Penetapan tujuan yang dibahas adalah penetapan tujuan umum dan penetapan tujuan khusus. Tujuan pendidikan orang dewasa berbeda antara Negara yang satu dengan yang lain tergantung pada visi dan misi Negara yang bersangkutan. Tujuan khusus pada pendidikan apa pun, termasuk pendidikan orang dewasa perlu ditetapkan dengan jelas dan lebih spesifik daripada tujuan umum. Tujuan khusus yang baik memiliki cirri-ciri tertentu, antara lain harus bersifat berperilaku, menunjukkan perubahan perilaku yang spesifik, dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diukur , mengarah pada tujuan umum.
        Dalam pemilihan materi pelajaran dalam pendidikan orang dewasa perlu menggunakan kriteria antara lain : materi harus menarik, dapat dimengerti, bermanfaat, dapat membantu mencapai tujuan pendidikan, dan sesuai dengan subject yang ditetapkan.   
        Sikap, idealisme, minat dan perasaan adalah dasar tujuan khusus ranah afektif dan merupakan suatu kualitas emosi yang penting.jadi hal yang paling penting dalam pengembangan sikap, idealiasme, dan minat adalah mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi menghadapi situasi sehari-hari. Emosi yang stabilakan memberikan warna, semangat dan kebahagiaan hidup.  Pengembangan idelisme diarahkan pada pemahaman tentang idealisme. Idealism disini adalah suatu kelompok standart kesempurnanaan yang diterima oleh individu atau kelompok. Jadi, prinsip utamanya idealisme adalah melalui bacaan, diskusi, pengamatan, dan bimbingan.
Dalam mengajarkan pengetahuan, hanya pengetahuan yang relevan saja yang perlu diajarkan. Pengetahuan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1.      Pengetahuan yang harus diingat secara permanen seperti kebenaran, prinsip umum, hokum dan teknik
2.      Pengetahuan yang cukup dipelajari dimana menemukannya dan bagaimana menggunakannyaseperti rumus yang rumit, daftar nama yang panjang dll.
Dalam mengembangkan kemampuan memanipulatif atau psikomotor, dapat menggunakan teknik yang disebut job instruction training (JIT) for short yang dikembangkan oleh seorang guru perdagangan dan industry.  JIT for short tersebut mempunyai empat langkah dalam mengembangkan kemampuan manipulatif, yaitu
(1)    mempersiapkan peserta didik
(2)    mengajarkan materi yang perlu diajarkan
(3)    meminta peserta didik untuk mempraktikkan  dan
(4)    melaksanakan tindak lanjut
kemampuan memecahkan masalah adalah kemampuan yang terpenting dari semua kemampuan yang ada. Tahapannya adalah pengenalan problema, pembuatan daftar kemungkinan pemecahan masalah, pengumpulan semua fakta yang mendukung pemecahan masalah, pengorganisasian atau pertimbangan terhadap fakta-fakta tersebut, penetapan kesimpulan tentatif, perbaikan semua kelemahan, dan pembuatan kesimpulan.
            Membentuk kebiasaan baru yang baik dan mengakhiri kebiasaan lama yang buruk adalah hal penting bagi orang dewasa. Cara yang biasa dilakukan untuk membentuk kebiasaan baru antara lain :
1.      menemukan konsep kebiasaan baru,
2.      memulai dengan kemampuan yang kuat,
3.      jangan membiarkan pengecualian sampai kebiasaan baru benar-benar berakar
4.      melakukan latihan pada setiap kesempatan
5.      melakukan latihan sesempurna mungkin
6.      mengatur situasi sehingga menyenangkan, dan
7.      pembentukan kebiasaan baru seyoginya dari dorongan diri.

Senin, 24 Juni 2013

Urat-urat di wajah

BROKEN CAPILLARIES atau Pecah Pembuluh Kapiler adalah kondisi umum yang mempengaruhi 1 dari 20 orang dan ditandai dengan adanya urat-urat halus kemerahan di wajah. Sangat mudah untuk muncul spot kapiler yang rusak ( Broken Capillaries ) ini, terutama pada wajah seseorang. Hal ini juga dialami oleh saya sendiri. Puluhan twist pembuluh darah kecil, membesar dan pecah, menciptakan merah, memar seperti bintik-bintik pada wajah. Tapi tidak seperti halnya memar, Broken capillaries atau orang suka menyebutnya Spider Veins ( karena bentuknya yg seperti jaring laba-laba ) tidak menyembuhkan dan menghilang dari waktu ke waktu. Mereka juga sulit diobati. Jadi alangkah lebih baiknya untuk menghindari munculnya broken capillaries ini, dan cepat merubah kebiasaan yg dapat mengundang pecah kapiler ini jadi lebih meluas. Tapi bagaimana Anda bisa melakukan itu?



Ternyata ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan broken capillaries, istilah medisnya Telangiectasia Rosacea. Vena kecil tepat di bawah permukaan kulit yang halus. Merusak pembuluh darah ini dapat menyebabkan mereka untuk membesar dan istirahat. Sekali rusak, pembuluh darah tetap seperti itu dan tidak akan menyempit kembali ke ketebalan normal atau memperbaiki diri.

Sangat tidak sulit untuk merusak pembuluh darah ini, karena mereka hanya di bawah permukaan kulit. Scrubbing wajah Anda terlalu keras atau mencuci dengan air yang terlalu panas dapat menyebabkannya. Begitu juga paparan berlebihan terhadap sinar matahari. Luka wajah dapat juga menyebabkan broken capillaries.


Tidak semua penyebab broken capillaries dapat dicegah. Mereka kadang-kadang bisa menemani rosacea umum, kondisi kulit yang menyebabkan wajah menjadi merah dan merah. Sementara wabah rosacea sering memiliki pemicu, pemicu ini bisa sulit untuk mengidentifikasi dan unik untuk setiap orang yang memiliki kondisi.


Broken capillaries kadang-kadang menjadi lebih menonjol begitu bertambahnya usia Anda, karena kulit Anda akan lebih tipis dan menjadi lebih mudah untuk melihat pembuluh darah. Kondisi ini juga turun-temurun. Jika Anda mempunyai masalah dengan orang tua yg mempunyai telangiectasia rosacea, Anda mungkin mengalami sendiri.


Penyebab yg lain adalah Alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan untuk waktu yang lama dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan pembuluh darah di wajah Anda melebar [sumber: Jones]. Kapiler yang rusak juga dapat menunjukkan kerusakan hati. Biasanya ini hanya terjadi setelah bertahun-tahun dari penyalahgunaan alkohol.



Ketombe bikin ganggu

                Saat memakai baju warna gelap, terlihat serpihan putih bertebaran di baju? Waspada, mungkin ketombe tengah mengancam kulit kepala anda. Nah kenali tanda-tanda ketombe sebelum membasminya. Ketombe adalah pengelupasan kulit mati yang berlebihan di kulit kepala. Pengelupasan sel kulit mati di kulit kepala adalah kejadian normal jika jumlahnya sedikit. Jika terjadi pengelupasan kulit kepala secara berlebihan hingga sudah mengganggu sebaiknya segera konsultasi ke dokter karena bisa dikatakan terkena proses peradangan atau dermatitis seborhoeic. Ketombe yang lebar dan tebal berwarna kuning sampai kemerah-merahan pada kulit kepala adalah bentuk ketombe yang sudah parah.
Penyebab ketombe sendiri ada beberapa macam. Bisa karena nutrisi yang tidak seimbang, stress, dan yang paling sering adalah keterkaitan dengan infeksi jamur. Ketombe juga sering dikaitkan dengan penyakit psoriasis. Untuk itu, penting mengetahui penyebab ketombe sebelum mengatasinya.
Dalam tingkatan tertentu, ketombe memerlukan penanganan lebih, beberapa perawatan di klinik yang dapat dilakukan adalah anti dandruff treatment di Esther House of Beauty. Jika ketombe parah, sebelumnya dilakukan dulu hair detox untuk membersihkan ketombe dan mengembalikan vitalitas rambut sehingga dapat kembali sehat dan bebas jamur. Perawatan ketombe dilakukan 1-2 kali seminggu. Jangan menggaruk kulit kepala karena akan menimbulkan luka yang akan menyebabkan terjadinya infeksi sekunder. Jadi, sudah siap melawan ketombe?

Kamis, 06 Juni 2013

PDDK tugas kelompok


Tugas Observasi E-Learning
Oleh : Kelompok 5

Eka Sartika                                        121301007
Riza Indri SriMetami Barus            121301011
Triana Hamidah                                121301017
Nanda Rizkita                                   121301025
Muthia Audina                                  121301029
Nuraini                                               121301067

   A.  Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : SMA NEGERI 13 MEDAN
Alamat Sekolah           : Jalan Brigjen Zein Hamid KM 7 Titi Kuning, Medan Johor,        Sumatera UtaraTelpon                         : (061) – 7869928
Website                    : sman13-mdn.sch.id
Uang Sekolah           : Rp. 100.000,- / bulan
Konsep E-learning   : Online ( koneksi internet dan Wi-Fi ) dan offline ( media presentasi ) sejak tahun 2009

   B.  Uraian Aktivitas Observasi
·         Hari pelaksanaan         : Kamis, 23 Mei 2013
·         Waktu pelaksanaan     : 08.00 – 11.00 wib (150 menit)
·         Pembagian tugas         :  Setiap dua anggota kelompok memasuki satu kelas
-          Narasumber                 :  -    Muhammad Irfa Qodri ( ketua OSIS )
-          Raden Ayu  E.P. ( Wakil Ketua I OSIS )
-          Nia Adriani ( Wakil Ketua II OSIS )
-          Mhd Syariful Muharrami Hrp ( Sekretaris I OSIS )
-          Nadhila Atika Putrie ( Bendahara I OSIS )

   C.  Laporan Hasil Observasi
                              I.            Pendahuluan
SMA Negeri (SMAN) 13 Medan, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMAN 13 Medan ditempuh dalam waktu tiga tahun, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Pada tahun 2007, sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sebelumnya dengan menggunakan KBK. Berbagai fasilitas dimiliki SMAN 13 Medan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah ini sendiri diantaranya ruang kelas, Ruang laboratorium ( Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, dan Komputer ), lapangan sepakbola, voli, dan basket, ruang UKS,  perpustakaan, dan kantin.

                           II.            Landasan Teori
Sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan media elektronik dalam proses belajar mengajar disebut sebagai E-learning. Teknologi informasi yang dimaksudkan sebagai sumber materi siswa dalam mengikuti pelajaran yang dapat dilakukan secara online maupun offline. Dimana sumbernya berasal dari website, internet, intranet, rekaman DVD maupun berupa slide melalui presentasi. Namun saat ini kebanyakan sistem E-learning yang digunakan di  sekolah maupun universitas adalah dengan media offline berupa presentasi materi yang dibawakan oleh beberapa orang dalam sebuah kelompok. Hal tersebut juga didukung oleh sumber informasi online dimana para pengajar bisa membagikan bahan materi maupun pengarahan melalui grup-grup di jejaring sosial. Ini membuat proses belajar mengajar menjadi semakin efisien dan dinamis.
Keuntungan menggunakan e-learning sendiri dalam proses belajar mengajar diantaranya :
-          menghemat waktu proses belajar mengajar
-          mengurangi biaya perjalanan
-          menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan ( infrastruktur, peralatan, buku )
-          menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
-          melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Namun E-learning sendiri juga memiliki kelemahan jika siswa tidak bisa menemukan peran pentingnya dalam pembelajaran serta komunikasi yang kurang antara pengajar dan siswa maupun antar sesama siswa bisa memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar. Kelemahan lain yang dapat timbul yaitu :
-          Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis (komersial)
-          Berubahnya peran dosen atau guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan TIK
-          Proses belajar dan mengajarnya yang lebih cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan
-          Mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi
-          Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
-          Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan menggunakan internet
-          Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

                       III.            Objek Penelitian
Objek yang menjadi sumber observasi adalah siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 13 Medan khususnya para siswa kelas X-9, XI IPA-1, dan XI IPA-2.
                       IV.            Laporan Penelitian
-          Teori Belajar
Teori belajar yang diterapkan oleh sekolah ini sendiri yaitu teori belajar behavioral dan kognitif sosial. Maksudnya disini pengajar atau guru menerapkan sistem reward-punishment serta adanya self-regulated dari siswa sendiri berupa pengkontrolan diri sendiri tanpa harus diberikan reward dengan menggunakan cara-cara tertentu oleh siswa itu sendiri.
-          Orientasi Belajar
Orientasi belajar yang digunakan pada sekolah ini masih menggunakan sistem TCL (Teacher-Centered Learning) dan SCL (student-centered Learning) dimana menggunakan prinsip cooperative learning yaitu dalam proses pembelajaran, tugas, soal serta materi masih diberikan oleh guru dan peran siswa mengerjakan serta mencari bahan materi tanpa harus dipresentasikan secara berkelompok melainkan melalui pendapat pribadi dari hasil materi yang didapat. Siswa dituntut untuk bernalar sesuai pemikirannya terhadap masalah ataupun materi yang diberikan.
-          Motivasi belajar
Motivasi yang ditanamkan oleh guru sendiri kepada muridnya yaitu motivasi ekstrinsik, karena disini peran guru sebagai pengingat dan juga pendorong dalam meningkatkan kemauan belajar siswanya, yang merupakan suatu rangsangan dari luar, dimana dorongan yang diberikan dalam aktivitas belajar tidak secara mutlak berhubungan dengan pelajaran tersebut. Motivasi ekstrinsik sendiri juga dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti pemberian imbalan atau hukuman.
-          Manajemen Kelas
Setiap kelas rata-rata terdiri dari 40-46 orang dimana jumlah siswa yang semakin banyak pada suatu kelas dapat menurunkan daya konsentrasi dan semangat belajar serta motivasi yang diberikan. Ruangan kelas sendiri menggunakan gaya penataan auditorium, dimana semua murid duduk menghadap guru.

   D.  Rangkuman Hasil Observasi
1.      Rangkuman menurut Kelompok
Penerapan E-learning pada sekolah dapat memberikan keuntungan baik untuk siswa maupun guru atau pengajar, karena efektif dan efisien pada proses pembelajaran. Penerapan E-learning ini akan sejalan dengan perkembangan teknologi. Disini E-learning pada sekolah dapat menghemat biaya pendidikan khususnya pada pengadaan buku, peralatan praktek belajar dan infrastruktur alat tulis. Di lain hal, dapat menghemat jam pengajaran guru kepada siswanya sehingga aktivitas sehari-hari tidak terserap sepenuhnya oleh kegiatan sekolah, penguasaan guru terhadap teknologi menjadi semakin berkembang, serta guru dan siswa dapat menyesuaikan metode pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan konsep E-learning ( apakah otoritatif atau demokratis ).
Materi diberikan melalui presentasi slide dimana guru sebaiknya menambahkan animasi atau gambar yang membuat isi slide terkesan tidak terlalu monoton.
Manajemen kelas pada sekolah tersebut kebanyakan menerapkan gaya auditorium sehingga perlunya pengubahan penataan kelas kemungkinan dapat meningkatkan motivasi siswa pada pelajaran.

2.      Rangkuman Pribadi (rangkuman pribadi empunya blog)
Penerapan konsep E-Learning pada bidang pendidikan memang sangat membantu dalam proses belajar mengajar. Konsep E-Learning dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi efisien dan dimanis. Dengan menggunakan konsep E-Learning, pelajar dapat berkembang dan menguasai teknologi. Namun, peran pengajar tentu masih dibutuhkan untuk mengarahkan pelajar dalam penggunaan konsep E-Learning ini ke arah yang positif. Konsep E-Learning berpotensi mempengaruhi motivasi pelajar dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi kelompok, penggunaan konsep E-Learning di SMA Negeri 13 Medan masih dikendalikan oleh guru. Pembelajaran di SMA Negeri 13 Medan menerapkan Teacher Centered Learning, yaitu berorientasi pada guru. Namun, siswa juga diberi kesempatan untuk bernalar dan menggunakan kognisinya dalam setiap pembelajaran yang berlangsung.

   E.   Testimoni Tentang Perencanaan dan Proses Observasi
Eka Sartika - 121301007 : Pelaksanaan observasi kelompok kami sempat tertunda beberapa hari dikarenakan mencari waktu yang tepat dan tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah. Tapi akhirnya, mau tidak mau harus ada yang dikorbankan. Selama pelaksanaan observasi, saya cukup senang karena ini adalah pertama kalinya saya melakukan observasi dan dilakukan di luar kampus. Awalnya, saya merasa sangat canggung berhadapan dengan pihak sekolah dan siswa-siswi SMA Negeri 12 Medan. Dan saya bisa mengatasinya karena pihak sekolah dengan senang hati menerima kami. Selain itu, selama proses observasi, siswa-siswi SMA Negeri 13 Medan sangat kooperatif. Saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 13 Medan yang telah membantu dalam penyelesaian tugas Psikologi Pendidikan , yaitu observasi mengenai penggunaan E-Learning.
Nanda Rizkita br Milala – 121301025 : Pelaksanaan observasi beberapa hari yang lewat yang lalu sangat menyenangkan, walupun ada sedikit masalah dijam kuliah yang bentrok dengan pelaksanaannya, tapi itu tak masalah buat kelompok kami. Sesampainya di SMA 13 Medan kami lagsung di berikan kesempatan untuk mengobservasi dalam kelas. Awalnya, saya merasa sedikit malu dengan  siswa/i SMA Negeri 13 Medan. Dan akhirnya saya terbisa karena siswa/i disana sangat saling  menghargai kami . mereka juga dengan senang hati untuk menerima kami. Saya dan kelompok saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh SMA 13 Medan, terutama staf-staf guru, kepala sekolah, dan siswa/i yang membantu kami dalam menyelesaikan tugas Psikologi Pendidikan.
Muthia Audina – 121301029 : Ada banyak kesan-kesan yang tercipta dengan sangat natural pada saat proses observasi, bahkan sebelum menuju hari H juga ada sesuatu yang menjadi salah satu pembelajaran, dan inilah pengertian sesungguhnya belajar itu. Sebelum hari observasi diputuskan, sangat banyak pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan, semapt tertunda. Kita tidak bisa menjadi manusia yang mengagungkan ego untuk sebuah karya yang notebenenya adalah salah satu tugas kelompok, ini bukan sekedar menyamakan persepsi, tetapi melatih untuk mendengarkan orang lain, dan mencari jalan keluar yang hasil fixnya tidak akan merugikan satu sama lain. Inilah urgensi dari kerja kelompok, hasil akan ditanggung bersama, dan tidak ada yang tidak memiliki resiko ketika kita memutuskan sesuatu untuk menjadi pilihan kita.
Setelah melewati begitu banyak proses belajar, akhirnya terlaksana juga observasi pendidikan kami di SMA NEGERI 13 MEDAN. Menemui wajah-wajah baru, mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan kami kesempatan dan melancarkan proses ovservasi ini. Terimakasih untuk semua yang berpartisipasi dalam membantu pembuatan tugas observasi mata kuliah Psikologi Pendidikan ini, sehingga terpampang nyata dan telah selesai dihadapan Anda. Khususnya Ibu Filia Dina Anggaraeni yang dengan senantiasa membimbing, mengarahkan, serta menghadapkan kami untuk sesuatu pengalaman yang baru, benar-benar baru, lalu bapak Aswan yang dengan senang hati membuatkan surat untuk keberlangsungan observasi kami ini, pihak sekolah SMA NEGERI 13 MEDAN yang bersedia menjadi objek observasi kami, dan makhluk-makhluk Tuhan lainnya yang tidak akan tersebutkan satu per satu di sini.
Nuraini – 121301067 : Selama saya melakukan observasi, saya bisa tahu hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan ketika hendak memulai observasi tersebut, etika serta yang harus dilakukan ketika mengobservasi objek tsb. Hal-hal yang diobservasi juga menuntut ketelitian dan focus. Disamping itu saya juga senang ketika melakukan observasi tsb, karena saya bisa merasakan suasana kelas saat SMA sehingga semakin meningkatkan mood saya terhadap observasi yang dilakukan.





 
    F.  Dokumentasi